Minggu, 02 Oktober 2011

BEKERJA KARENA TERPAKSA = KERJA PAKSA

Suatu ketika didalam bus jurusan Jakarta Merak yang saya tumpangi untuk pulang ke Jakarta tanpa sengaja disampingku duduk seorang pemuda menurut pengamatan usianya sekitar 24 tahun, dia seorang pedagang makanan khas daerah setempat, karena lapar menunggu bus yang ngetem menunggu penumpang, apa salahnya saya membeli 2 buah telur asin berikut lontong beras dagangannya.

Saya lantas mengakrabkan diri untuk ngobrol untuk sesaat.

“ Jualan seperti ini sudah lama kang.” Tanyaku

“ Iya mas sudah 10 tahun, mas mau ke Jakarta.” Balik bertanya dia.

Saya mengangguk membenarkan perkataannya, sambil berpikir,” kalau usia menurut taksiranku 24 tahun berarti dia sudah jualan usia 10 tahun.” Hebat sekali.

“ apa tidak bosan jualan seperti ini kang.” Tanyaku lagi.

“ Ya bosan juga sih tapi terpaksalah mas, untuk menghidupi anak istri, habis mau kerja apalagi tamatan saya Cuma sekolah madrasah, kalau tidak jualan dirumah mau makan apa.! kadang saya ikut nandur disawah, upahnya lumayan.” Dengan ucapan datar dan berbinar dia utarakan.

Ingin rasanya ngobrol lebih lanjut, tetapi bus sudah mulai jalan dan kuucapkan terima kasih kepadanya semoga kita bertemu lagi sobat. Mungkin banyak hal akan kau utarakan.

Dalam perjalanan itu saya coba meresapi kembali “ kerja karena terpaksa.” Apa sama dengan “kerja paksa.”

Jika kita gali isi hatinya yang paling dalam, mungkin waktu sekolah dulu dia tidak pernah bercita-cita menjadi pedagang asongan, saat ditanya pada waktu duduk di bangku Sekolah Dasar, pasti yang keluar dari mulut kecilnya adalah keinginan menjadi Dokter, pengusaha bahkan mungkin pejabat atau Presiden.  Akibat tekanan hidup dan lemahnya ekonomi  dia terpaksa menjadi seperti itu. Jangankan menjadi pedagang asongan sebenarnya seperti pembantu rumah tangga, buruh dan pekerja kasar lainnya tidak pernah bercita-cita mejalani profesinya itu.  Ketika Guru dibangku Sekolah Dasar menanyakan cita-cita mereka, tidak ada satupun yang mengacungkan jari sambil mengucap dengan lantang “ Saya ingin jadi pedagang asongan.”

Tetapi kenyataannya, bukan hanya orang-orang seperti mereka yang menjalani pekerjaannya dengan terpaksa.  Faktanya kebanyakan orang bekerja dengan terpaksa, meskipun mereka bekerja ditempat-tempat yang lebih bermewah atau berkelas.  Parahnya lagi keterpaksaan itu harus diterima sepanjang hidupnya.

Lalu jika kita bekerja karena terpaksa seumur hidup, kita patut bertanya, berapa tahun jiwa kita menjerit.

 Gaji bulanan yang mencukupi, plus tunjangan-tunjangan lainnya.  Nama perusahaan menjadi status hebat seseorang.  Tapi ada juga yang sudah mendapatkan semua itu, hidupnya masih saja tidak bersyukur, setiap hari mengeluh dan menggerutu.

Pada awal sebelum masuk dan menjalani test masuk kerja mereka sangat antusias dan bahkan menjual kehebatan dirinya agar ia bisa menjadi karyawan dikantor itu, Namun setelah dikasih pekerjaan malah pusing dan stress.

Banyak orang yang masih terpaksa dengan pekerjaannya. Padahal hidup kita semakin kosong dan bermasalah apabila kita lagi-lagi merasa terpaksa.

DOA UNTUK ANAKKU..

Ya Allah, Ya Tuhanku bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah, Dan cukup berani tuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati dan jujur dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti, bahwa mengetahui dan mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Ya Allah, Ya Tuhanku Janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yang mudah dan lunak, Biarlah Kau bawa kedalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah puteraku agar tegak berdiri ditengah badai dan berwelas asih kepada mereka yang jatuh.
Bentuklah puteraku menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain.

Seorang manusia yang mampu meraih hari depan tapi tak melupakan masa lampau, dan setelah segala menjadi miliknya, semoga puteraku dilengkapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.

Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki,pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya sehingga aku, sebagai orangtuanya akan berani berkata “ hidupku tidaklah sia-sia “



AMIEN YA ROBB

MOTIVASI KEGAGALAN

Gagal adalah peristiwa bukan orangnya, itulah tulisan dari atasanku Pak Rasul Ibnu Abu Hanifah dalam sebuah email yang ditujukan kepada seluruh karyawan dimana tempat saya bekerja.

Dalam tulisannya selain menjelaskan beliau juga memberikan masukkan dari berbagai contoh uraian tentang gagal, tak lupa beliau meminta untuk kita semua merenungi dan meresapi dan memohon masukan atas tulisan artilkelnya.

Dan berikut beberapa komentar dan masukan dari teman – teman :



Untuk komentar saya pribadi kata GAGAL bukan berarti kiamat buat seseorang untuk sukses, karena kegagalan bisa menjadi pedoman, pembelajaran, intorpeksi, merenung, untuk menjadi sukses.

Semua manusia pernah mengalami kegagalan dan tidak ada yg sempurna seperti hal nya saya, tapi sejauh mana kita bersikap untuk mengartikan kata GAGAL.

Terima kasih pak atas artikel yang bapak kirim.


Ade Riyanto  



Terima kasih pak. Atas artikel nya mudah 2 han kita semua dapat mengambil arti dan memahami dari isi artikel ini. Sekali lagi terima kasih atas suportnya agar kita bisa lebih baik .

Hormat saya
Dedi



Gagal adalah Hak dari setiap orang yang salah Melangkah, setelah itu orang yang mengalami kegagalan akan disiksa dalam alam (kubur) kegagalan, bisa jadi berupa berbagai kesusahan dan kesulitan setelah kegagalan tersebut.



Jika bekal seseorang dalam memahami kegagalan dangkal atau “cetek” maka sudah barang tentu, siksa (kubur) kegagalan itu makin terasa lama dan amat menyiksa.



Tetapi jika pemahamanya cukup, maka orang yang mengalami kegagalan akan acceptance  dengan hal kegagalan ini, maka akan cepat pula orang tersebut mengalami KIAMAT.



 Sejatinya didalam Kitab Suci Alquran salah Satu Arti dari Kiamat itu adalah “BERBANGKIT” artinya dalam konteks ini adalah berbangkit dari kegagalan menuju KESUKSESAN.



 Jika Orang lain bisa Sukses setelah kegagalan kenapa kita tidak, itulah yang dinamakan dengan “Barzakh” (dinding yang tebal)  dalam hal ini yang dinamakan Barzakh itu sendiri adalah pikiran kita atau “penafsiran” kita terhadap Gagal itu Sendiri, apakah hanya sebuah kegagalan saja atau suatu “Anugrah”



So KIAMAT Siapa Takut ..............



Indra Iswara







Semua orang pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan terbuka. Sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan ”satu paket” yang tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita ketahui adalah, apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang. Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika kegagalan datang.

Kegagalan merupakan bagian dari sukses
Di balik manisnya kesuksesan ada setumpuk kegagalan. Seorang bayi, ketika belajar berbicara, harus melewati ”kegagalan” dalam mengucapkan huruf, kata, dan kalimat. Sebelum seorang anak bisa berjalan, bahkan berlari, pasti mengalami jatuh berkali-kali. Kegagalan juga dialami oleh ilmuwan, sebelum mereka berhasil mempersembahkan karya ilmiah yang gemilang, mereka banyak mengalami puluhan, bahkan ratusan kegagalan dalam percobaan dan riset yang mereka lakukan.

Sebelum Thomas Alva Edison menemukan bola lampu yang berhasil merevolusi kehidupan manusia, ia melakukan banyak kesalahan dan mengalami ratusan percobaan yang gagal. Bahkan dari ratusan percobaan tersebut, hanya satu yang berhasil membawa sukses: penemuan bola lampu. Demikian juga dengan olahragawan, sebelum mereka berhasil membukukan sukses, mereka juga harus melewati jalan yang sama: kegagalan.

Hal yang sama juga dialami oleh para pebisnis sukses. Mereka bahkan memasukkan kegagalan dalam rencana sukses mereka. Kegagalan mereka antisipasi dalam perjalanan meraih sukses, sehingga mereka pun bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk melewati jalan yang penuh kesulitan.Ketika jalan itu berhasil mereka lalui, mereka mengambil pelajarannya dan terus melaju meraih yang mereka cita-citakan.

Ada begitu banyak ukuran sukses, materi, kehormatan, pangkat maupun populeritas.......tetapi bagi saya pribadi kesuksesan adalah kemampuan kita memberi manfaat yang lebih baik bagi kehidupan orang lain.

Saudara saudaraku yg tercinta, kalau saya menemukan sebuah jalan untuk sukses, dan kemudian saya membagikannya kepada orang lain, yang akhirnya dapat meraih sebuah kehidupan yang jauh lebih baik ,itu adalah merupakan sebuah ukuran sukses yg paling hakiki bagi saya.......................







Rgrds

Himran Saleh







Saya yakin Sang Maha Pencipta adalah Sang Maha Sempurna....dan kita selaku Ciptaan Nya adalah makhluk yang sempurna...namun sering kali kita selalu mempertanyakan kesempurnaan kita sendiri.....meragukan kemampuan dan potensi yang telah diberikan Oleh Sang Pencipta....... bukankah tertulis Jelas dalam Al Quran bahwa ketika dalam proses penciptaan kita Sang Maha Sempurna telah meniupkan Ruh Nya sehingga kita menjadi Sempurna.....bahkan sekali pun ciptaan Nya dimata sesama makhluk terlihat cacat fisiknya.....dimata Sang Maha Sempurna tetaplah Sempurna adanya...karena dengan segala keterbatasannya mereka mampu membuktikan kesempurnaannya....lalu bagaimana dengan kita yang secara duniawi ( fisik ) sempurna....apakah cukup hanya merasa sempurna tanpa mau menunjukan kesempurnaannya....

Dalam menuju kesempurnaan ada anak tangga ( maqom ) yang dinamakan kesuksesan.....bagi yang menginginkan kesempurnaan itu maka wajib baginya memijakan kaki di tiap tiap tangga yang bernama kesuksesan.

Bila kegagalan adalah suatu proses dalam menapaki anak tangga kesuksesan.....lalu apakah kita akan terus meratapi dan berlarut larut dalam merasakan kegagalan tersebut.......(cengeng amat !!!!!)..

Bila kegagalan tidak ada dalam rencana kita dan bukan dari tujuan dalam menapaki tangga kesuksesan guna mencapai kesempurnaan....lalu untuk apa kita terprovokasi oleh kegagalan dan terdemotivasi olehnya....so...kalo memang tak ada dalam daftar rencana kesempurnaan ...coret saja yang namanya kegagalan...segeralah bangkit untuk memperbaikinya...agar kita bisa dan mampu melanjutkan ke anak tangga sukses berikutnya....

Dalam kegagalan...kita sering hanya merasakan saja dan mulai mencari kesalahan dan alasan atas kegagalan tersebut..sehingga tanpa sadar kita telah memberikan ruang untuk kegagalan itu sendiri dalam kerangka berfikir kita dan bahkan lebih jauhnya kita begitu sangat menjiwai kegagalan ini dengan tanpa disadari kita telah menyalahi fitrah sebagai manusia sempurna...menjadi manusia gagal.....apa ini yang di inginkan????????.

Bahkan dengan kehebatannya seorang manusia yang sedang mengalami proses gagal dengan gagahnya menunjuk dan mengkambing hitamkan Tuhan dengan membuat statement....Tuhan tidak adil....mana Rahman dan Rahim Nya........sungguh rruarr binasa efek yang ditimbulkan oleh merasakan kegagalan tersebut dia mampu membutakan mata hati dan akal daya pikir manusia yang sempurna untuk menghujat Sang Maha Sempurna.

Namun bila kita mau menerima arti dari kegagalan itu sendiri...akan lain ceritanya....dan lain pula hasil akhirnya....

Ketika kita mengalami kegagalan..sebenarnya disitulah letak Rahman, Rahim dan Adilnya Sang Maha Penguasa....dengan cara Nya DIA mengingatkan kita bahwa belum saatnya kita menaiki anak tangga tersebut....masih banyak yang harus kita perbaiki dan otot yang harus kita latih agar kita kuat berada di maqom ( anak tangga ) tersebut..jikalau kita belum mampu menapakinya bukankah akan menjadi beban yang lebih berat untuk Kita selaku krasi Nya...dan apabila dengan tanpa kesiapan otot otot kesuksesan kita memaksakan diri untuk menapakinya...apakah adil bagi kita menjalaninya...apakah adil bagi orang disekeliling kita....so masih ragukah dengan Rahman dan Rahim serta keadilan Nya.

Bila kegagalan itu menjijikan...maka anggaplah dia seekor ulat bulu....yang mana dengan kejelekan bentuknya dengan merenungi dan menerima keadaannya ( proses menjadi kepompong ) dia mampu merubah menjadi bentuk yang sangat indah....dia mampu menjadi kupu kupu......''bukankah semua begitu Indah bila sudah tiba waktunya''...

So...... Bila kita yakin Bahwa kita Makhluk yang sempurna......buang jauh kata gagal.....buat persiapan menapaki tiap tiap anak tangga kesuksesan....yakin lah kita bisa membuktikan kesempurnaan kita...jangan hanya puas dengan satu anak tangga sukses...karena masih banyak anak tangga sukses  yang harus kita lalui guna menuju gerbang yang disebUT " sempurna ".


                                               " IF WE FAIL TO PLAN.....WE PLAN TO FAIL"

" JANGAN TAKUT GAGAL...DAN JANGAN BERBUAT GAGAL "


Marilah mulai dari diri sendiri menanamkan kata Sempurna karena dengan pribadi pekerja yang sempurna.........PT. Andhika Andalan Tama akan senantiasa siap dan mampu menapaki setiap anak tangga kesuksesan dalam mewujudkan setiap impiannya menuju gerbang " SEMPURNA ''

                                                                       '' SEMPURNA UNTUK SEMUA ';

Best Regards,
Andry. Rimbawan



KEGAGALAN ADALAH PERISTIWA BUKAN ORANGNYA

Telah terenung oleh saya dari kalimat pendek tersebut, banyak makna yang tergambarkan



Kegagalan adalah hal yang harus dicari terlebih dahulu sebelum mencari keberhasilan, kenikmatan kegagalan sangat indah. Karna dengan kegagalan kita mengetahui dimana letak kita, dimana kesalahan kita, dimana yang harus dirubah disinilah sistem strategi kita untuk mengulang setelah ber evaluasi. Kegagalan bukan lah kiamat tetapi nikmat, bayangkan jika kita sukses tanpa gagal pasti sangat manis hidup ini, dan bayangkan jika kita sudah sukses dan gagal pasti akan pahit hidup ini, karena kita belum siap merasakan pahit saat manis telah datang terlebih dahulu, siapkan diri kita untuk pahitnya hidup ini.

Jika kita takut akan gagal dan tidak mau mengulangi kembali, kita harus malu terhadap anak kita sendiri, sang anak tersebut belajar berjalan, ratusan kali telah gagal untuk berdiri,apakah anak tersebut kapok, anak tersebut terus mengulang akhirnya dapat berdiri, melangkah dan berlari. itulah kita saat kecil. Kenapa Kita Takut Gagal Sekarang.

Sedikit lagu dari saya :

Di populerkan oleh Nidji, Laskar pelangi



Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia

Beralirah tanpa lelah

sampai engkau meraihnya



Bermimpilah karena gratis, buatlah cita-cita mu dalam mimpi, karena pikiran dalam mimpi mu akan menggerakan langakah mu untuk mencapai mimpi mu



Note : " sedikit narsis, saya dapat bergabung di Andalan Tama ini adalah bekal dari mimpi saya dan setelah saya bergabung di Andalan Tama saya telah bermimpi kembali, apa mimpi saya (hanya saya dan tuhan yang  tahu ) ".


Best Regards,

Taufik HIdayat



“Kegagalan bukan berarti anda gagal, tapi anda belum sukses. Kegagalan bukan berarti anda tidak mencapai apa-apa, tetapi anda sudah mempelajari sesuatu. Kegagalan bukan berarti anda bodoh karena pernah mencoba. Itu pertanda anda berani, berhati teguh, bersemangat baja, maka berbanggalah dengan diri anda sendiri. Kegagalan bukan berarti anda tidak akan sukses, tetapi dibutuhkan kesabaran. Kegagalan bukan berarti anda sudah berakhir, tetapi anda masih memiliki peluang untuk memulainya kembali, dan berusaha mencari sesuatu yang baru. Kegagalan bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan anda. Tetapi Dia mempunyai rencana yang lebih baik. Jadi kenapa takut gagal, kalau di balik kegagalan itu terdapat kesuksesan yang menanti? Asal mau belajar dari kegagalan yang ada, sukses pasti menjadi Milik bagi yang mau selalu berusaha. Gagal dan Sukses dipisahkan oleh sebuah garis tipis. Hari ini, saat ini Gagal, bisa jadi besok, sedetik, sejam kemudian berubah jadi kesuksesan. Semakin banyak gagal, artinya semakin dekat dengan kesuksesan, asal mau terus berusaha. Stand and Fight!! Stand and Fight!!!"


Brgds,
Ulil amri.

kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, jangan kita merasa terpuruk dari kegagalan tersebut, jadikan kegagalan itu guru dan ilmu yang sangat bberharga untuk koreksi langkah kita kedepannya,



seorang bayi tidak mungkin dapat melangkah dengan mantap sebelum melewati tahap merondang dan melangkah tertatih-tatih



Best Regards,
Tjetjep Saripudin





Bersama ini sebelumnya mohon izinkan saya untuk turut memberikan sedikit komentar seputar gagal adalah peristiwa bukan orangnya

Seringkali kita mendengar kata gagal atau kegagalan... dan tidak sedikit orang beranggapan bahwa suatu kegagalan adalah sesuatu yang buruk bahkan menjadi sebuah momok penghancur harapan dari impian yang didambakan sebelumnya... 

Kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi, andaikata kita bersikap terbuka.. maka sesungguhya kita mampu melalui itu semua....

Disinilah kesabaran kita diuji, karena kita harus yakin bukankah dalam situasi apapun faktor keberuntungan pasti ada termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan... 

namun yang menjadi alasan disini... mengapa  orang tidak menikmati kegagalan, adalah tertundanya waktu untuk mereka dalam mencapai apa yang dicita - citakan... sebagian orang kita jumpai, ketika terjepit oleh kerikil kegagalan, mereka mengisi hari-hari dengan keterpurukan, kesedihan, putus asa dan yang lebih fatal menyudutkan diri sendiri sebagai pemicu/penyebab terciptanya kegagalan yang ada...( hal inilah yang seharusnya tidak kita tiru )

kesuksesan adalah milik siapa saja.....tidak ada orang sukses tanpa melalui adanya kegagalan.. karena kegagalan merupakan jendela kesuksesan, disaat semua pintu tertutup, janganlah berdiam diri, menyerah dan berputus asa, namun lihatlah masih ada celah jendela yang dapat dilalui untuk melepaskan diri dari kegagalan yang ada.....

Segera ayunkan langkah dan tentukan arah dalam menggapai impian dan harapan yang tertunda... dengan melakukan perbaikan dan pembenahan diri, tumbuh kembangkan potensi diri melalui karya nyata... sehingga pastikan kesuksesan ada dalam genggaman.  

Good Luck.

Jumadi



Berikut sedikit komentar saya terhadap artikel Gagal Hanya Peristiwa, Bukan Orangnya.


Banyak jalan menuju Roma begitu kata  pepatah untuk meraih sesuatu ketika menemui kegagalan, tapi tanpa harus menghalalkan segala cara.
Berbagai jalan harus kita tempuh untuk kesuksesan ketika menemui kegagalan dengan mengambil pelajaran dari kegagalan yang kita alami.
Namun ketika pola pikir kita terbingkai dengan kata Gagal maka kita layaknya orang yang kalah sebelum berperang.
Jangan takut dengan kata gagal. Sukses bisa kita raih dengan belajar dari kegagalan.

AYO SEMANGAT!!!!


Best Regards,
Dimas Prasetya



Saya adalah satu dari sekian juta orang yang pernah mengalami kegagalan, bahkan saat saya menulis ini, saya sedang mengalami kegagalan. Banyak orang di luar sana yang menganggap kegagalan adalah sesuatu yang sangat  menakutkan, sehingga mereka takut jika harus menemuinya.

Adapula yang menganggap kegagalan adalah sebuah aib yang memalukan, sehingga mereka mengurung diri saat kegagalan mendatanginya. Mungkin masih banyak lagi anggapan orang- orang tentang kegagalan. Tapi yang pasti banyak anggapan-anggapan orang terhadap kegagalan adalah negatif dan hanya sedikit anggapan yang positif.

Jika saya membuat sebuah catatan tentang kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami, entah butuh berapa lembar kertas untuk mencetaknya. Setiap satu keberhasilan yang saya dapatkan,banyak sekali kegagalan yang akan saya temui.

Walau terkadang timbul rasa pesimistis, saya berusaha untuk tidak menyerah dan terus berusaha.

Saya merasa setiap kegagalan yang datang kepada saya akan membuka mata saya,  hati saya dan pikiran saya tentang diri saya sendiri. Setiap kali kegagalan menghampiri saya, saat itu pula dia akan memberikan kepada saya tambahan ilmu dan kekuatan untuk mengalahkan diri saya sendiri, karena bagi saya



tidak ada musuh yang lebih berat, dari pada diri saya sendiri. Dan tidak ada kemenangan yang sejati selain mengalahkan diri kita sendiri "



Oleh karena..

 Kegagalan mempunyai arti yang sangat dalam untuk sebuah proses mencapai keberhasilan.





B/regards

Anton Nugroho



yang bisa saya simpullkan dari artikel tersebut bahwa  " Setiap Momen kegagalan sesungguhnya bisa menjadi pintu untuk seseorang memasuki babak kedewasaan yang baru "



Brdgs



Gunawan 



And my comment is :

"Edison failed 10,000 times before he made the electric light. Do not be discouraged if you fail a few times." (Napoleon Bonaparte)

Man as a perfect creature of God is destined to succeed, not fail. Because the mind is given by God who made the perfect human beings. So, for what we think will fail? obviously, this negative phenomenon that we should always avoid.

I often hear comments from Mr. Rasul "I know it worked Mr. Yudi", "See Mr. Jayni you can use it way", "Thank God the ship already lean Mr. Haerudin". Where all these comments is the success of PT. Andalan Tama through smart employees in serving all the work that comes from the client.



From this we can conclude that all employees of PT. Andalan Tama always think positively by never saying anything Failure and it does not exist in their dictionary.



So.... if we fail, let's try again....

Yukzzz....



B/Rgrds,

Khusnul Chotimah



Gagal....
Tidak tercapai....
Tidak jadi......

Kenapa dipikirin....
Itu masa/waktu yang sudah berlalu karena sudah terjadi.
Yang harus di pikirkan, kenapa terjadi, apa yang kurang, bagaimana supaya tidak terulang, analisa dan solusinya gimana?


Gagal bukannya tidak tercapai atau tidak jadi, tapi yang harus ditanamkan pada diri kita, pada arti "gagal" adalah BELUM BERHASIL, BELUM TERCAPAI DAN BELUM JADI. - kamus sendiri.

"
i have time of my life, and i never fail this way before, i swear this is true...."

Kalimat tersebut sangat tidak bagus untuk dijadikan kebiasaan kita ( bisa di bilang sombong oleh orang lain ) tapi jangan dihilangkan, karena kalimat tersebut walupun tidak bagus dapat berguna dalam meyakinkan lawan bicara kita.
Jadi hal
tidak bagus/tidak baik belum tentu tidak berguna.

Logika...planing......pelaksanaan.....monitoring.....report.


salam success,
edy

Hanya mereka yg berani gagal dapat meraih keberhasilan.
GAGAL = belum berhasil = sukses yg tertunda.

Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar, mereka berimajinasi tentang masa depan,berbuat baik  sebaik mungkin dalam melayani setiap hal dan bekerja setiap hari menuju visi yang  jauh.
Percaya pada keajaiban tapi jangan tergantung padanya.

Jayni.



Dan mohon maaf bila teman yang lain komentarnya tidak saya tulis dalam artikel ini, tapi saya resume dalam video yang saya buat..



Salam sukses

Sabtu, 01 Oktober 2011

JALANI HIDUP INI

Jalan keberhasilan ini adalah milik anda.  Pada saat anda menyadari bahwa anda bertanggung jawab penuh atas segala sesuatunya, dan anda tak menemukan alasan apapun untuk menyalahkan orang lain, disaat itulah anda menemukan jalan anda sendiri. Disaat itulah anda menyadari kebebasan dan hilangnya ketakutan.  Hanya anda yang mampu memikul hidup anda, bukan orang lain.
Bila anda menganggap hidup adalah suatu tugas, kerjakanlah
Bila anda menganggap hidup adalah beban, pikullah
Bila anda menganggap hidup adalah untuk keluarga, tanggung jawablah
Lakukanlah  semuanya  demi diri anda dengan yang terbaik, karena itu semua adalah kewajiban anda bukan orang lain.
Tujuan hidup akan anda temukan disaat anda menjalani perjalanan untuk memilih, bukan dipilih oleh hidup, bila anda diam saja pasti anda tak menemukan apa-apa. ..HOW DO I LIVE  ?
Karena ketakutan yang ada dipikiran tidak 100% terjadi, bila anda melakukannya.
NO   WHERE  WE   CAN T O  RUN
                         OR
NOW  HERE  WE  CAN  TO  RUN

                                         
                                              …………….Percaya atau tidak………..
Jadi siapa takut..

Senin, 20 Juni 2011

BELAJAR MENTAL DAN PERASAAN

Dia terlahir dari orang tua yang memiliki keyakinan berbeda, karena keadaan akhirnya  mereka berpisah,hak asuh dan tumbuh agar dia besar akhirnya dimenangkan oleh si Ibu.
Beberapa bulan kemudian  Ibu dari anak tersebut menikah kembali, entah komitmen apa yang ada dibenak mereka anak tersebut akhirnya dititipkan kepada orang tua si Ibu.  Hari demi hari dijalani menginjak tahun pertama sampai tahun kesepuluh, kasih sayang yang diberikan oleh Kakek dan Nenek serta Om dan Tante tak pernah lepas layaknya seperti anak atau adik sendiri dikeluarga itu.  Sapaan atau panggilan yang seharusnya diucapkan dikeluarga itu terbalik.
Pada tahun kesepuluh itulah mental dan perasaannya harus diuji, kebenaran harus diutarakan secara bertahap siapa orangtuanya dimana Ayah dan Ibunya, kesedihan dari perasaan yang dia terima sudah pasti karena itulah manusia dan setelah itu tak pernah di lihatkan dari kesehariannya.  Dia menjalani dengan penuh ikhlas dan tabah.
Bahkan setiap tahun diacara kumpul menyambut hari lebaran,dimana perasaan harus diterima, ingin dia menyebut wanita itu sebagai ibunya tetapi meihat sisi lain bahwa ibunya sudah punya keluarga sendiri, dia harus membuang perasaan itu demi adik-adik dari suami ibunya yang sekarang.
Terkadang pada saat berkumpul  tersebut dia pergi menghindar, bukan ingin menjauhkan diri dari yang lainnya, karena dia tidak ingin merusak kebahagian Ibunya dan merusak suasana.
Walaupun sepintas selalu dia tak pernah dianggap sebagai anak, mungkin ibunya tidak berani atau belum waktunya berterus terang dihadapan semuanya.
Tempaan mental dan kwalitas yang diterima setiap hari dari Om dan Tantenya di terima dan dijalani,dia tunjukan bahwa dia bisa melakukannya.
Dua Puluh tahun sudah dia tumbuh dalam menjalani kehidupan ini.  Apa yang diterima dalam kesehariannya walaupun pahit akhirnya membuahkan hasil, dia sudah bekerja dan mempunyai kendaraan sendiri, dan tak lupa bila Ibunya datang dia memberikan uang dari hasil jerih payahnya.
Ironis memang, anak yang selama ini tidak pernah dianggap ternyata mempunyai hati dan jiwa yang matang.
Dia adalah keponakanku, dia seorang gadis atau perempuan yang mempunyai jiwa yang mandiri tak pernah mengeluh siapa dia sebenarnya, dia menciptakan dirinya untuk bisa bertahan dari cobaan yang ada untuk membuktikan bahwa hidup harus dijalani bukan dirasakan.
Banyak pelajaran yang dapat saya ambil, bahwa hidup ini adalah lahir dari sebuah tanggung jawab bukan karena belas kasih orang lain yang membuat besar atau kecil diri kita, adalah perbuatan diri sendiri.
Terima kasih keponakanku, kau selalu menerima segala ocehan, nasehat terkadang umpatan kata-kata yang mungkin orang lain marah, tetapi kau selalu menerima dengan segala keikhlasan bahwa itu adalah sebuah motivasi untuk merubah menuju perbaikan dan persiapan diri dalam menjalani hidup yang akan datang.

“ BRAVO and GOOD LUCK.”

BEKERJA KARENA TERPAKSA = KERJA PAKSA

Suatu ketika didalam bus jurusan Jakarta Merak yang saya tumpangi untuk pulang ke Jakarta tanpa sengaja disampingku duduk seorang pemuda menurut pengamatan usianya sekitar 24 tahun, dia seorang pedagang makanan khas daerah setempat, karena lapar menunggu bus yang ngetem menunggu penumpang, apa salahnya saya membeli 2 buah telur asin berikut lontong beras dagangannya.
Saya lantas mengakrabkan diri untuk ngobrol untuk sesaat.
“ Jualan seperti ini sudah lama kang.” Tanyaku
“ Iya mas sudah 10 tahun, mas mau ke Jakarta.” Balik bertanya dia.
Saya mengangguk membenarkan perkataannya, sambil berpikir,” kalau usia menurut taksiranku 24 tahun berarti dia sudah jualan usia 10 tahun.” Hebat sekali.
“ apa tidak bosan jualan seperti ini kang.” Tanyaku lagi.
“ Ya bosan juga sih tapi terpaksalah mas, untuk menghidupi anak istri, habis mau kerja apalagi tamatan saya Cuma sekolah madrasah, kalau tidak jualan dirumah mau makan apa.! kadang saya ikut nandur disawah, upahnya lumayan.” Dengan ucapan datar dan berbinar dia utarakan.
Ingin rasanya ngobrol lebih lanjut, tetapi bus sudah mulai jalan dan kuucapkan terima kasih kepadanya semoga kita bertemu lagi sobat. Mungkin banyak hal akan kau utarakan.
Dalam perjalanan itu saya coba meresapi kembali “ kerja karena terpaksa.” Apa sama dengan “kerja paksa.”
Jika kita gali isi hatinya yang paling dalam, mungkin waktu sekolah dulu dia tidak pernah bercita-cita menjadi pedagang asongan, saat ditanya pada waktu duduk di bangku Sekolah Dasar, pasti yang keluar dari mulut kecilnya adalah keinginan menjadi Dokter, pengusaha bahkan mungkin pejabat atau Presiden.  Akibat tekanan hidup dan lemahnya ekonomi  dia terpaksa menjadi seperti itu. Jangankan menjadi pedagang asongan sebenarnya seperti pembantu rumah tangga, buruh dan pekerja kasar lainnya tidak pernah bercita-cita mejalani profesinya itu.  Ketika Guru dibangku Sekolah Dasar menanyakan cita-cita mereka, tidak ada satupun yang mengacungkan jari sambil mengucap dengan lantang “ Saya ingin jadi pedagang asongan.”
Tetapi kenyataannya, bukan hanya orang-orang seperti mereka yang menjalani pekerjaannya dengan terpaksa.  Faktanya kebanyakan orang bekerja dengan terpaksa, meskipun mereka bekerja ditempat-tempat yang lebih bermewah atau berkelas.  Parahnya lagi keterpaksaan itu harus diterima sepanjang hidupnya.
Lalu jika kita bekerja karena terpaksa seumur hidup, kita patut bertanya, berapa tahun jiwa kita menjerit.
 Gaji bulanan yang mencukupi, plus tunjangan-tunjangan lainnya.  Nama perusahaan menjadi status hebat seseorang.  Tapi ada juga yang sudah mendapatkan semua itu, hidupnya masih saja tidak bersyukur, setiap hari mengeluh dan menggerutu.
Pada awal sebelum masuk dan menjalani test masuk kerja mereka sangat antusias dan bahkan menjual kehebatan dirinya agar ia bisa menjadi karyawan dikantor itu, Namun setelah dikasih pekerjaan malah pusing dan stress.
Banyak orang yang masih terpaksa dengan pekerjaannya. Padahal hidup kita semakin kosong dan bermasalah apabila kita lagi-lagi merasa terpaksa.