Sabtu, 08 Oktober 2011

JANGAN SETENGAH-SETENGAH


Nasihat yang paling sering kita dengar untuk mencapai kesuksesan hidup adalah : lakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.  Para ahli marketing sangat memahami apa arti sebuah kesungguhan, sebab pekerjaan mereka dengan sedikit melebih-lebihkan yang merupakan pekerjaan paling sulit didunia.

Setiap hari bahkan setiap saat mereka berhadapan dengan tantangan yang baru untuk mempertahankan sebuah produk atau mencoba mengembangkan produk yang lain.

Hanya dengan kesungguhanlah seorang tenaga Marketing bisa mencapai target yang ia tetapkan, tentu setelah produk didapat pengolahan secara operasional juga yang menentukan.

Sebenarnya setiap pekerjaan, apapun bentuknya seharusnya memang kita perlakukan sebagai sebuah produk yang akan kita tawarkan ke pasar / atau customer dengan ikut memberikan kepuasan kepada pelanggan.  Dengan begitu kita dapat berperan juga sebagai tenaga marketing walaupun cangkupan pekerjaan yang berbeda.

Kalau kita bekerja disebuah kantor atau perusahaan, pertama-tama kita harus mengetahui tentang pengenalan produk / product  knowledge, yang membuat kita mengerti apa produk dari perusahaan kita bekerja. Agar pada saat bekerja kita seolah-olah tidak tahu dan kita dipaksakan pada posisi yang tidak tepat, disinilah berlaku adagium : “ The right man on the right place. “

Setiap orang hanya akan mampu melakukan sesuatu dengan sempurna dan memperoleh hasil yang luar biasa kalau ia memahami strong point atau titik kuatnya dan kemudian melakukan pekerjaan itu dengan tekun, sungguh-sungguh dan tdak setengah-setengah.  Tuhan menganugrahkan pada setiap manusia kelebihan-kelebihan yang unik pada bakat dan kemampuan. 

Masalahnya, tidak semua orang tahu apa kelebihannya, semata-mata karena alas an malas untuk menemukan dan mengembangkan.  Sebaliknya tidak sedikit orang yang tahu kelebihan yang dimilikinya namun tidak pernah sungguh-sungguh meng-eksplore kelebihannya itu.

“SETIAP PRIBADI ADALAH LUAR BIASA, ASALKAN IA MAU MELAKUKAN SESUATU SECARA LUAR BIASA PULA, BAHKAN HAL YANG TAMPAK BIASA-BIASA SAJA  BILA DILAKUKAN DENGAN LUAR BIASA AKAN MELAHIRKAN SESUATU YANG LUAR BIASA.”

Rabu, 05 Oktober 2011

Mind set Karyawan.

 
Ada fenomena yang menarik tentang “ profesi karyawan “. Pada satu sisi sebagian orang sangat mendambakan pekerjaan atau status sebagai karyawan agar hidup mempunyai penghasilan tetap dan bisa hidup stabil setiap bulannya.  Bisa menjadi karyawan bagi mereka sudah dianggap sebagai sebuah keberuntungan, mengingat rasio pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia di negeri ini sangat tidak sebanding.
Ditambah lagi bahwa kondisi perekonomian yang terasa makin sulit dan menyesakkan dada, semakin menguatkan keinginan orang untuk menjadi karyawan.
Pada sisi yang lain, ada sebagian orang yang sudah bekerja memandang profesi karyawan sebatas “ apa adanya”.  Karyawan, ya begitulah, yang penting punya penghasilan tetap.  Hanya sebagian kecil yang memandang profesi karyawan sebagai sesuatu yang berarti, bernilai lebih.
Disinilah sesungguhnya masalah mulai menarik, sebab tanpa sadar ada kecenderungan dari para karyawan sendiri untuk menilai rendah statusnya “ Ah, kita’kan Cuma karyawan !” ungkapan – ungkapan pesimis dan rendah diri semacam itu yang justru sering terengar.
Secara prinsip nyaris semuanya terjebak pada mind set, paradigma,bahwa karyawan semata-mata sebagai “ orang gajian”. Orang yang menjual tenaga, pikiran atau keterampilannya dan mendapatkan gaji sebagai imbalan. Paradigma ini pula yang sering  tanpa sadar melahirkan berbagai pernyataan dan sikap pesimis serta rendah diri dari para karyawan sendiri.
Karyawan sesungguhnya jauh lebih luhur dan luar biasa yang bisa disejajarkan dengan predikat “ profesi “.  Seperti pengacara, dokter dan lainnya.
KARYAWAN artinya orang yang membuat atau melahirkan sebuah KARYA, dalam kata “ karya” ( apapun) mengandung sebuah proses kreatif, proses penciptaan yang setara esensinya dengan proses penciptaan manusia sendiri, sebagai KARYA TUHAN yang Maha Agung.
Jadi tegasnya, karyawan bukanlah melulu orang gajian, orang yang bekerja lalu mendapatkan imbalan, Bukan..lewat paradigma baru itulah setiap karywan akan jauh lebih menghargai dan menghormati status profesinya dan mempunyai nilai setara dan bahkan bisa lebih dengan berbagai profesi “ bergengsi” lainnya. Bahkan amat sangat mungkin, karyawan bisa melahirkan berbagai keajaiban melalui karyanya.

Belajar Ikhlas

“Suatu saat kamu akan mengerti sendiri “ ucap almarhum Ayahku.
Ikhlas memberi, ikhlas menerima sepertinya gampang diucapkan dan sulit untuk dilakukan,manusia umumnya mengerti apa dan mengapa harus ikhlas tetapi semua menjadi sirna dan lupa begitu bentuk aktifitas keseharian yang terjadi karena peranan emosi yang memainkan lebih sensitive dibanding perasaan menerima dan memberi.
Pada saat Ayahku dirawat di rumah sakit untuk menjalani cuci darah, terjadi peristiwa mental tepatnya emosi dikeluarga kami yang menyaksikan hal tersebut, kakak iparku marah besar melihat perilaku seorang Suster yang seenaknya membuat lubang untuk infuse dan lubang untuk keluar masuknya darah tanpa memperlihatkan mimic kemanusiaan diwajahnya, karena Ayahku merasa kesakitan pada saat tangannya  tidak bisa dimasukkan jarum dan pindah ke tangan yang satu lagi mencari posisi lain sambil berkata “ Bapak bagaimana sih ! jangan tegang dong, saya jadi susah untuk memasukan jarumnya.” Ucap Suster itu.
Ayahku hanya mengangguk diam, tetapi kakak iparku yang dari tadi memperhatikan tersulut juga emosinya sambil berkata. “ Hey suster, kamu punya otak tidak sih, orang tua saya sudah tua jangan kamu seenaknya bentak-bentak, suster mau tidak orang tuamu dibentak seperti itu.”  
Suster itu minta maaf kepada kami semuanya.
Saya yang menyaksikan terpana dan emosi juga, tapi sayangnya hanya dipendam tanpa ku utarakan seperti kakak iparku,akhirnya setelah selesai untuk proses infuse dan proses cuci darah dengan suasana tenang saya berbicara dengan ayahku, “ waktu proses tadi, kenapa tidak coba bilang ke susternya bahwa itu sakit dan tidak sampai kejadian kayak tadi.” Ucap saya kepada Ayahku.
“ Sudahlah, saya sudah minta maaf kepada suster itu atas kejadian tadi, ini adalah pelajaran buat kamu.” Ucap Ayahku
Saya coba meresapi  ucapan tersebut, tiba-tiba seperti tahu apa yang kupikirkan Ayahku berkata “ Tujuan kita kesini adalah untuk proses kesembuhan, dalam menjalani proses itu ada yang namanya rasa sakit, rasa pahit, rasa takut, semua harus dihadapi dan dijalankan dengan ikhlas demi tujuan itu hilangkan semua yang kamu rasakan, yang kamu lihat tadi adalah upaya pembelajaran dalam mencapai rasa ikhlas, saya ikhlas mendapatkan penyakit ini dan sayapun harus ikhlas dalam menjalani penyembuhan walaupun sakit dalam prosesnya, manusia terkadang tidak ikhlas pada saat diberikan penyakit, padahal sebenarnya yang membuat sakit adalah diri sendiri dan terkadang hanya bisa menyalahkan orang lain dan Tuhan.”
“ Tapi kenapa tadi minta maaf ke suster itu, seharusnya kami.!”
“ Tapi kenapa juga kalian yang marah, kan yang merasakan sakit saya.”  ucap Ayahku.

Satu lagi pembelajaran tentang makna ikhlas dalam wujud nyata keseharian…
Terima kasih Ayah.

Senin, 03 Oktober 2011

Mencari Malaikat

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan kedunia, Dia bertanya kepada Tuhan
“Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.”
Tuhan menjawab “ aku telah memilih satu malaikat untuk mu yang akan menjaga dan mengasihimu.”
“Tapi disini didalam surga, aku dapat tertawa dan bersenandung memuji Mu dan para rasul.”
“Malaikatmu disana akan selalu bernyanyi dan bersenandung untukmu setiap hari dan kamu akan merasa kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.”
“ Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?”
“Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa indah yang pernah kau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, bagaimana cara berbicara.”
“Apa yang akan saya lakukan bila saya ingin berbicara kepadaMU TUHAN “
“ Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa.”
“ Saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat dan siapa yang akan melindungi saya.”
“ Malaikatmu akan melindungimu, walaupun harus mengancam jiwanya sampai penuh pengorbanan.”
“ Tapi saya akan merasa sangat sedih sekali karena tidak melihatMU lagi.”
“Malaikatmu akan menceritakan padamu tentangKu dan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu. Walaupun sesungguhnya aku akan selalu berada disisimu.”
“ Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau beritahu siapa nama malaikatku.”
“ kamu akan memanggil malaikatmu yaitu “ IBU ”.

Ibunda Kenapa Engkau Menangis

Suatu ketika, ada sorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya.” Ibu kenapa ibu menangis.? “ ibunya menjawab “ sebab ibu seorang wanita nak !”.
Aku tak mengerti Tanya si anak lagi, ibunya hanya tersenyum dan memeluk erat “ Nak kamu memang tak akan pernah mengerti…..”
Kemudian anak itu bertanya kepada ayahnya.” Ayah mengapa ibu menangis ? sepertinya ibu menangis tanpa sebab yang jelas. ?” sang ayah menjawab “ semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang diberikan oleh ayahnya.
Lama kemudian anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya “mengapa wanita menangis.”
Pada suatu malam dia bermimpi “ dan bertanya kepada Tuhan “ Ya Allah kenapa wanita gampang sekali menangis “

Dalam mimpinya Tuhan menjawab.

“ Saat kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama, kuciptakan bahunya agar mampu menahan beban dunia beserta isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati, dan walau seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dan maki dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan untuk membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya walau lelah tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun. Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap.sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya, sebab bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya, Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar,saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya “ Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan, hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya
“Air mata ini adalah air mata kehidupan.
Maka dekatkan diri kita pada sang ibu kalau beliau masih hidup, karena dikakiNyalah kita menemukan surga.

PAKU

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku disebuah pohon besar dibelakang rumah setiap kali dia marah ( 1 paku = 1 kemarahan )
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pohon setiap kali dia marah…lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pohon.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya, lalu sang ayah menuntun anaknya ke pohon tersebut, dan berkata “ Hmmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang dipohon ini, pohon ini tak akan bisa sama seperti sebelumnya,” Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini……( dihati orang lain )

Kamu dapat menusukan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu…tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada…dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

Pelajaran Berharga Dari Cicak

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah,seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah tua biasanya memiliki sebuah celah bata semen yang lapuk dan cukup panjang sampai kedasar bangunan, ketika mulai dirontokan dia menemukan seekor cicak terperangkap diruang kosong tersebut karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran, lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat itu telah berada disitu selama 10 tahun, yang telah ditinggalkan penghuni terdahulu.
Apa yang terjadi?
Bagaimana cicak tersebut dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama itu dan dalam keadaan gelap tanpa cahaya, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berfikir, bagaimana cicak tersebut dapat makan selama ini ?
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan terus memperhatikan si cicak dan tanpa diduga datang seekor cicak lain sambil membawa makanan dimulutnya.AHHH.
Orang itu merasa terharu dengan melihat hal itu, ternyata ada cicak lain yang selama ini memperhatikan cicak yang terperangkap selama 10 tahun berlalu.
Sungguh ini sebuah cinta,Cinta yang indah,cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta ? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun.
Bayangkan hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.
INGAT JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI